1.260 Personel Yonif KODAM Brawijaya Dan Kodam Siliwangi Diterbangkan ke Kalimantan Barat Untuk Membantu Pemadaman Karhutla
KUBU RAYA ,TVNEWSONE .ID – Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, sebanyak 1.260 personel atau tiga Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dari Pulau Jawa diterbangkan ke Kalimantan Barat guna mempercepat penanganan darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Panglima Kodam XII/Tanjungpura sekaligus Dansatgas Karhutla, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menjelaskan bahwa kedatangan pasukan perkuatan ini dipusatkan di marshaling area Batalyon Teritorial Pembangunan 8.8.20 Balang.
Pada gelombang pertama, sebanyak 420 personel (1 SSY) dari Yonif TP 538/PTA Banyuwangi, Kodam V/Brawijaya telah tiba di Pontianak. Pasukan ini diberangkatkan dari dua titik pangkalan, yakni 220 personel dari Lanud Abdul Saleh, Malang dan 200 personel dari Bandara Juanda, Sidoarjo.
Sementara itu, dua SSY lainnya akan diberangkatkan pada 24 Agustus mendatang menunggu jadwal penerbangan TNI AU. Pasukan yang menyusul terdiri dari 420 personel Yonif TP 542/AW Mojokerto (Kodam V/Brawijaya) dan 420 personel Yonif TP 839/SN Kuningan (Kodam III/Siliwangi).
Seluruh personel yang diturunkan telah dibekali perlengkapan pemadaman serta tim sosialisasi khusus. Mereka tidak akan ditumpuk di ibu kota provinsi, melainkan langsung didistribusikan ke wilayah-wilayah rawan bencana Karhutla .


“Nanti sesuai dengan sasaran ataupun eskalasi, mana kira-kira yang lebih menonjol. Kalau kita lihat dari fenomena dari website BMKG ataupun Sipongi, kita bisa melihat terutama sektor-sektor atau kabupaten mana, akan kita arahkan ke sana sehingga bisa membantu berkolaborasi juga dengan pemerintah daerah lokal,” jelas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito,kepada awak media Minggu sore (23/08) di Kuburaya
Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini telah mencabut Peraturan Daerah (Perda) terkait izin pembukaan lahan. Oleh karena itu, ia mengimbau keras seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan praktik membuka lahan dengan cara dibakar, demi membebaskan Kalimantan Barat dari bencana kabut asap yang merugikan sektor perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.(fidhil )
Add on Google
Ikuti






