Kapolda Kalbar Kerahkan 308 Personel Tambahan dari Kaltim dan Bali ke 8 Kabupaten Terdampak Karhutla
Pontianak ,TVNEWSONE.ID-Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar upacara penerimaan 308 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Bali di Markas Komando Sat Brimob Polda Kalbar, pada Selasa pagi (25/08). Pasukan ini akan langsung disebar ke 8 kabupaten di Kalimantan Barat, sebagai tambahan dari 2.298 personel Polda Kalbar yang sudah dikerahkan guna memadamkan karhutla.
Wilayah-wilayah kabupaten yang menjadi perhatian khusus kapolda, meliputi Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi, dikarenakan kondisinya yang parah. Terdapat juga titik antisipasi pada wilayah perbatasan di Sambas dan Sanggau, area tengah yang terdiri dari Bengkayang dan Mempawah, serta area selatan yaitu Kayong Utara.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, mengatakan bahwa pengerahan ini merupakan wujud nyata perhatian dan kehadiran negara terkait permasalahan karhutla. Selain itu, sebagai respons tegas dari Instruksi Presiden RI terhadap permasalahan yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.
“Ini dapat kita saksikan dari kehadiran Bapak Presiden ke wilayah Kalimantan Barat yang memberikan perhatian besar dan tegas melalui pemberian penguatan personel serta sarana dan prasarana untuk mendukung jajaran Polda Kalimantan Barat dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sebagai wujud responsif dari perintah ini, Bapak Kapolri sudah mengirimkan 300 personel Brimob untuk mem-backup jajaran Polda Kalimantan Barat dalam menggelar penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kalimantan Barat ke depan,” jelas Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar usai pelaksanaan upacara.
Personel BKO yang diterima meliputi 300 Brimob dengan fokus pada pemadaman karhutla, dan 8 lainnya diagendakan sebagai pendukung kegiatan sosialisasi door-to-door kepada masyarakat di beberapa wilayah.


Selain 308 personel tambahan dari Kaltim dan Bali, Kapolda Kalbar juga sudah menyiapkan berbagai alat-alat yang membantu proses penanganan karhutla. Terkait kendala ketersediaan air, Kapolda sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna mendeteksi titik-titik sumber air bor. Ditambah, mereka juga tetap berupaya melakukan pengisian dan penyiapan sumber air di embung-embung atau parit-parit sekitar lokasi potensial kebakaran.
Kapolda Kalbar juga menegaskan bahwa dampak asap dari karhutla tersebut selain berisiko negatif terhadap aktivitas masyarakat, juga berpotensi merusak hubungan internasional atau bilateral dengan negara tetangga. Sehingga, penanganan karhutla di Kalbar harus segera ditangani.
Add on Google
Ikuti







