TV News One
Beranda Buka Puasa Bersama KNPI Pontianak dan BEM SEKA Kalbar Jadi Ruang Dialog Lintas Sektor

Buka Puasa Bersama KNPI Pontianak dan BEM SEKA Kalbar Jadi Ruang Dialog Lintas Sektor

Pontianak – tvnewsone.id/, Bulan suci Ramadan senantiasa menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan. Mengambil semangat tersebut, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Pontianak berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Kalimantan (SEKA) wilayah Kalimantan Barat sukses menggelar agenda bertajuk “Silaturahmi & Buka Puasa Bersama : Inklusif Ramadhan dalam Bingkai Keberagaman ” pada Selasa (10/3/2026).

Berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban di Weng Coffee, Jalan M. Sohor, Pontianak, kegiatan ini tidak sekadar ajang kumpul pemuda, melainkan menjadi sebuah ruang dialog strategis lintas sektoral. Mengusung tema inklusivitas, acara ini merupakan wadah penting bagi elemen kepemudaan untuk duduk bersama dan bertukar pikiran dengan berbagai lapisan pemangku kepentingan di Kota Pontianak.

Kehadiran para tamu undangan dari berbagai instansi menunjukkan besarnya dukungan terhadap kegiatan ini. Turut hadir dalam agenda tersebut Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan, M. Yamin, yang hadir mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal; Wakapolsek Pontianak Selatan, AKP Sutardi; serta jajaran perwakilan pengurus dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak. Acara ini semakin semarak dengan kehadiran puluhan perwakilan dari organisasi BEM kampus dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kota Pontianak.

Ketua DPD KNPI Kota Pontianak, Rio Rahmadanu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil inisiasi dan kerja keras bersama antara pihak KNPI Kota Pontianak dengan Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran berbagai pihak yang membuat representasi elemen masyarakat pada acara tersebut menjadi sangat lengkap dan komprehensif.

“Kegiatan pada hari ini alhamdulillah dihadiri pemerintah Kota Pontianak yaitu dari staf ahli Bapak M. Yamin mewakili Pak Wali, kemudian ada dari perwakilan dari Polresta,” ungkap Rio saat memberikan sambutannya di hadapan para hadirin.
Menurut Rio, capaian utama dari silaturahmi dan buka puasa bersama ini adalah upaya proaktif pemuda untuk menjaga stabilitas sosial melalui dialog inklusif di bulan Ramadan. Hal ini dinilai sangat krusial, mengingat masyarakat Kota Pontianak dikenal dengan tingkat heterogenitas budaya dan agama yang tinggi. Ia menekankan bahwa acara ini memiliki nilai filosofis dan taktis yang jauh lebih dalam bagi pergerakan generasi muda setempat.

“Ini menjadi momentum buat kami sebagai anak muda di Kota Pontianak khususnya, bahwa ini bukan hanya sekedar silaturahmi dan dialog saja, tapi bagaimana kami juga bertukar pikiran bersama pemangku kepentingan,” jelas Rio.

Melalui ruang diskusi yang terbuka ini, para pemuda berkesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Pontianak mengenai arah pembangunan daerah, berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait ketertiban masyarakat, serta menyerap kearifan lokal dari organisasi-organisasi adat yang hadir.

Interaksi dua arah melalui sesi saling berbagi pandangan bersama para narasumber ini membuat para pemuda menjadi lebih peka dan memahami kondisi serta dinamika terkini yang terjadi di kota mereka. Pergeseran agenda kultural dan keagamaan yang berdekatan di Pontianak menjadi salah satu topik sorotan tentang bagaimana toleransi itu dipraktikkan secara nyata.
“Jadi kami juga tahu keadaan, kemarin juga ada kegiatan Cap Go Meh, ada Ramadan pada hari ini, dan kemudian ada pembicaraan terkait menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tutupnya.
Pernyataan dari pucuk pimpinan KNPI Kota Pontianak tersebut secara langsung merefleksikan indahnya kesinambungan toleransi beragama dan budaya yang terus dirawat dengan baik di ibu kota Kalimantan Barat ini. Melalui inisiatif seperti ini, pemuda Pontianak membuktikan bahwa mereka bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek aktif yang terus menjaga harmoni keberagaman di Bumi Khatulistiwa.

(Iwn)

Add on Google

Ikuti
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan