PT EKL Dorong Restorasi Hutan Lewat Kolaborasi dan Edukasi di Kubu Raya
Kubu, 14 Agustus 2025 – PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari (PT EKL) bersama Kwartir Ranting 04 Kecamatan Kubu menggelar kegiatan kolaborasi Perkemahan dan “Sokola Alam” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke-64 sekaligus Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025. Mengusung tema “Jejak Pramuka Lestarikan Alam: Generasi Muda untuk Bumi Berkelanjutan”, kegiatan ini berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus dan diikuti oleh ratusan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kecamatan Kubu. Perkemahan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga membekali generasi muda dengan nilai kepedulian lingkungan dan rasa tanggung jawab. PT EKL sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan dan berfokus pada aktivitas restorasi ekosistem, perlindungan dan konservasi hutan melihat kegiatan ini sebagai kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai konservasi dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Melalui program “Sokola Alam” ini, PT EKL turut andil dalam memberikan edukasi lingkungan yang interaktif bagi siswa sekolah. Para peserta diajak memahami pentingnya hutan dan keanekaragaman hayati melalui berbagai aktivitas menarik, seperti pengenalan jenis-jenis flora dan fauna, pengelolaan sampah, dan pengenalan ekosistem yang ada di sekitar mereka. Sebagai puncaknya, para peserta dan perwakilan dari PT EKL bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon di lokasi perkemahan. Penyerahan bibit secara simbolis dilakukan oleh PT EKL kepada Bapak Syaiful Rahman selaku Camat Kubu depan. Penanaman ini bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa pohon adalah aset vital baik sebagai umber oksigen, pengatur iklim, dan penyokong kehidupan manusia. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa semangat baru dalam menjaga kelestarian alam. Sebagai generasi penerus, mereka memiliki peran penting untuk memastikan keberlangsungan hutan, keanekaragaman hayati, dan sumber daya hayati Indonesia di masa depan.
“Program pengembangan sosial yang perusahaan lakukan, termasuk inisiatif edukasi lingkungan seperti “Sokola Alam” adalah bagian tak terpisahkan dari upaya perusahaan dalam merestorasi ekosistem hutan. Hutan dan masyarakat adalah dua hal yang saling terkait erat dalam mewujudkan keberhasilan konservasi. Upaya ini tidak akan maksimal tanpa keterlibatan dan dukungan dari masyarakat di sekitar dan pemerintah. Kolaborasi aktif dengan komunitas lokal diharapkan dapat menciptakan solusi jangka panjang untuk pelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan”, ungkap Naufal selaku Site Manajer PT EKL Wilayah Kubu.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak yang hadir. Supardi, fasilitator desa PT EKL, menyampaikan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. “Kami berbangga bisa menjadi jembatan sehingga tercipta kolaborasi antara Kwarran dan pihak perusahaan. Saya senang sekali melihat dukungan dari perusahaan, dan berharap ke depan akan ada lebih banyak kolaborasi serupa yang dapat mendukung kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua Kwartir Ranting 04 Kecamatan Kubu, Bapak Dedi. Ia menilai kegiatan ini berjalan baik dan memberi manfaat nyata, terutama bagi generasi muda pramuka. “Kami berterima kasih kepada PT EKL atas dukungannya. Ke depan, kami berharap ada program lanjutan ataupun kolaborasi yang melibatkan anak-anak pramuka, karena nilai-nilai yang dibawa oleh PT EKL sejalan dengan marwah Gerakan Pramuka terkhusus pada nilai kecintaan terhadap alam dan komitmen menjaga kelestariannya,” ujarnya penuh optimisme.
Upaya Restorasi Ekosistem Hutan di Pesisir Kubu Raya
PT EKL mengelola areal hutan pada kawasan hutan produksi di wilayah pesisir Kecamatan Kubu dan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, seluas ±14.080 Ha. Kawasan hutan Perusahaan didominasi oleh ekosistem hutan mangrove dan rawa gambut sekunder. Sejak tahun 2011, PT EKL telah mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (IUPHHK-RE) dari Menteri Kehutanan dan pada tahun 2022 terdapat perubahan nomenklatur menjadi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan. Melalui izin pengelolaan ini, pendekatan pengelolaan hutan yang dilakukan oleh PT EKL sedikit berbeda dengan aktivitas Perusahaan kehutanan pada umumnya. Biasanya Perusahaan kehutanan melakukan pemanfaatan/penebangan kayu alam (HPH) dan tanaman (HTI), namun PT EKL melalui izin yang diberikan oleh pemerintah melakukan aktivitas-aktivitas pemulihan lingkungan dan ekosistem hutan berbasis lanskap.
Dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan selalu mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan, kolaboratif dan partisipatif sesuai dengan tujuan Pengelolaan Hutan Lestari dan SDG’s. Aktivitas utama Perusahaan adalah perlindungan dan konservasi hutan, rehabilitasi hutan terdegradasi, edukasi lingkungan, pembinaan dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat dan riset konservasi sumber daya alam.
Tidak hanya melakukan aktivitas fisik rehabiltasi hutan mangrove dan gambut yang sejatinya melibatkan kelompok masyarakat, Perusahaan juga turut membina ekonomi kreatif melalui berbagai pelatihan. Seperti halnya pelatihan pembuatan pupuk organic yang bersumber dari kotoran hewan ternak, pendampingan pembesaran hewan ternak, perikanan, pelatihan pembuatan produk pangan olahan local berbahan kelapa dan juga pelatihan-pelatihan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Masyarakat dalam pengelolaan hutan secara Lestari.
Ika, selaku staf Sosial & Comdev. PT EKL, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada restorasi hutan, tetapi juga berkomitmen membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. “Tahun ini, Insya Allah, perusahaan sedang menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak untuk program yang lebih luas. Di Desa Kubu misalnya, kami tengah mengidentifikasi kelompok masyarakat sasaran untuk mengembangkan budidaya tanaman hortikultura dengan pola agroforestry melalui skema Kemitraan Konsesi. Selain itu, perusahaan juga mencanangkan program Penanganan Stunting yang kini dalam tahap penyusunan strategi pelaksanaan,” jelas Ika.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa PT EKL juga menyiapkan program strategis di Desa Batu Ampar. “Kami sedang menjajaki penyediaan energi listrik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat. Kami berharap program ini mendapat dukungan positif dari masyarakat maupun pemerintah setempat. Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, PT EKL ingin menunjukkan bahwa misi restorasi hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera,” tambahnya.
Add on Google
Ikuti



