TV News One
Beranda Berita Penanganan Karhutla Ketapang Melalui Kerja Sama Antara Perusahaan, Aparat, Hingga Warga

Penanganan Karhutla Ketapang Melalui Kerja Sama Antara Perusahaan, Aparat, Hingga Warga

 

Ketapang, tvnewsone.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memicu aksi tanggap darurat yang melibatkan berbagai pihak. Penanganan bencana di lapangan berlangsung melalui kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, serta pihak swasta, salah satunya Bumitama (BGA Group) beserta anak perusahaannya.

Aksi kemanusiaan gabungan ini terlihat jelas di wilayah Sungai Rasau, Kecamatan Kendawangan. Untuk memenuhi kebutuhan warga dan personel di lapangan, sebanyak 1.200 masker, 400 botol susu, 400 botol minuman elektrolit, serta 8.000 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa dan Pasar Kendawangan. Kegiatan distribusi ini berjalan lancar berkat kerja sama lintas pihak, melibatkan pemerintah desa, Polsek Kendawangan, TNI, Brimob, hingga elemen masyarakat seperti PGRI Kecamatan Kendawangan dan Forum Komunikasi Dakwah Kendawangan.

Caption: bantuan pemenuhan kebutuhan air bersih

Selain logistik kesehatan, kolaborasi juga terbangun kuat dalam upaya pemadaman dan pemenuhan infrastruktur air di wilayah koordinasi wilayah Nanga Tayap. Bantuan berupa mesin pompa air disalurkan ke Kecamatan Marau, Desa Kedondong, dan Desa Bengkal Serai melalui kerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Marau dan pemerintah desa setempat. Di garis depan, aksi menaklukkan api dilakukan secara bahu-membahu oleh fire team Bumitama, Polsek Nanga Tayap, dan Pemerintah Desa Simpang Tiga Sembelangaan. Tim gabungan ini melakukan pemadaman hingga tahap pendinginan di area PT Ladang Sawit Mas (PT LSM).

Beragamnya kondisi dan kebutuhan di area terdampak karhutla menjadikan kerja sama lintas sektor ini sangat krusial. CSR Department Head Bumitama, Rizki Munadhil, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemangku kepentingan setempat menjadi dasar perusahaan dalam menentukan bentuk bantuan.

“Di lapangan, kebutuhan yang ditemui bisa berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kami berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak setempat untuk melihat kebutuhan yang ada, baik untuk masyarakat maupun untuk mendukung kegiatan penanganan di lapangan. Harapannya, apa yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah,” ungkap Rizki.( redaksi )

Add on Google

Ikuti
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan